Banda Aceh — Dewan Pengurus Pusat Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPP BKPRMI) kembali menegaskan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Kali ini, DPP BKPRMI menggelar Roadshow Trauma Healing bagi para penyintas bencana alam di wilayah Sumatera sebagai bagian dari program BKPRMI Peduli.
Kegiatan tersebut memasuki tahap kelima dan secara resmi dimulai melalui Short Studi Dasar Trauma Healing yang berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Ahad hingga Senin, 11–12 Januari 2026. Sebanyak 100 peserta mengikuti kegiatan ini, yang terdiri dari kader BKPRMI serta guru ngaji LPPTKA BKPRMI dari berbagai daerah.
Melalui kegiatan ini, BKPRMI secara aktif mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu mendampingi penyintas bencana secara menyeluruh. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga menguatkan dimensi emosional dan spiritual korban bencana.
Ketua Umum DPP BKPRMI, H. Nanang Mubarok, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada distribusi bantuan fisik dan logistik. Sebaliknya, organisasi masyarakat harus hadir dalam proses pemulihan mental dan spiritual yang sering kali terabaikan.
“Bencana alam meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Karena itu, kami mendorong pendampingan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas,” tegas H. Nanang Mubarok.
Selanjutnya, melalui skema Training of Trainers (TOT) Trauma Healing, BKPRMI menyiapkan fasilitator trauma healing berbasis masjid. Para fasilitator ini nantinya akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendampingan jangka panjang, khususnya di wilayah rawan bencana.
Selain itu, BKPRMI menilai masjid memiliki posisi strategis sebagai pusat pemulihan sosial dan spiritual umat. Dengan melibatkan kader masjid dan guru ngaji, BKPRMI berharap program trauma healing ini mampu menciptakan dampak nyata dan berkelanjutan bagi penyintas bencana di Sumatera.
Dengan langkah ini, BKPRMI tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga memastikan proses pemulihan berjalan secara manusiawi, terstruktur, dan berkesinambungan.