Cuaca Ekstrem Hambat Kehadiran Santri Sejak Siang
Hujan deras Banda Aceh langsung mengganggu hari pertama masuk TPA Baitul Musyahadah yang biasanya berlangsung meriah dan penuh semangat. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak siang membuat banyak santri tidak dapat hadir tepat waktu.
Sejak pukul 12.00 WIB, hujan turun dengan intensitas tinggi dan terus berlanjut hingga malam. Air menggenangi sejumlah ruas jalan utama dan lingkungan permukiman warga. Kondisi ini memperlambat mobilitas kendaraan, terutama roda dua yang menjadi transportasi utama para santri.
Banyak orang tua memilih menunda keberangkatan anak mereka demi menghindari risiko di jalan. Orang tua mengambil keputusan ini untuk mengantisipasi genangan air dan terbatasnya jarak pandang akibat hujan deras.
“Anak saya sudah siap sejak sebelum Ashar, tetapi hujan semakin deras dan jalan depan rumah mulai tergenang, jadi kami memilih tidak berangkat,” kata Ibu Rina, salah satu wali santri.
Pengajar Tetap Hadir dan Jalankan Kegiatan Mengaji
Para ustadz dan ustadzah tetap datang lebih awal ke lokasi dan langsung bersiap menyambut santri. Mereka berdiri di pintu masuk masjid dan menyapa santri yang tetap hadir meski harus menerobos hujan.
Namun, kondisi cuaca membuat suasana masjid menjadi jauh lebih lengang dibanding hari pertama biasanya. Hanya sebagian kecil santri yang mengikuti kegiatan mengaji, sementara kelompok lainnya absen karena faktor cuaca.
“Kami tetap menjalankan kegiatan seperti biasa. Hari pertama biasanya ramai, tetapi kali ini lebih tenang karena hujan,” ujar Ustadzah Hafnidar, S.Sos.I.
Peringatan Cuaca Terbukti, Warga Diminta Lebih Siap
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Banda Aceh. Informasi resmi terkait kondisi cuaca ini dapat diakses langsung melalui situs BMKG di https://www.bmkg.go.id.
Kondisi ini menjadi pengingat bagi orang tua dan santri untuk mempersiapkan perlengkapan saat musim hujan, seperti jas hujan, payung, dan kendaraan yang aman.
Semangat Mengaji Harus Tetap Konsisten
Para pengajar terus mendorong santri agar tetap menjaga semangat belajar meskipun menghadapi kendala cuaca. Mereka menegaskan bahwa hujan bukan penghalang, melainkan situasi yang perlu dihadapi dengan persiapan yang matang.
Selain itu, masyarakat perlu membiasakan membaca doa saat hujan turun agar setiap aktivitas tetap membawa keberkahan.